Sabtu, 13 September 2014

Perbankan Syariah Sosialisasikan Kenaikan Biaya ATM

Perbankan syariah berupaya mensosialisasikan kenaikan biaya transaksi lintas bank melalui mesin Anjungan Tarik Mandiri (ATM)  kepada nasabah.
Penarikan Uang di ATM
Pihak penyedia jasa mesin Anjungan Tarik Mandiri (ATM) yaitu ATM Bersama, ATM Prima dan ATM Mandiri telah sepakat menaikan biaya transaksi sebesar 50 persen per 1 Okober 2014. Pihak perbankan yang bekerjasama dengan penyedia jasa mesin ATM juga terus berupaya mempelajari dan mensosialisasikan kenaikan ini kepada nasabahnya.
Corporate Secretary Bank Syariah Mandiri (BSM), Taufik Machrus, saat di hubungi Jumat (12/9) mengatakan pihaknya sedang mempelajari dan mengevaluasi kenaikan transaksi ATM, sebelum akhirnya memutuskan dan mensosialisasikan kepada nasabah.
Namun demikian, Taufik mengakui bahwa BSM akan tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pihak penyedia jasa mesin ATM atas kenaikan biaya ini.”BSM tetap akan mengikuti aturan provider,” kata Taufik.
Head of Syariah Business Unit Bank OCBS NISP, Koko T Rachmadi, mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi terkait kenaikan biaya administrasi ATM. Namun Koko berpendapat, bahwa kenaikan tarif ATM menjadi Rp.7.500 dari sebelumnya Rp. 5.000 adalah tepat dilakukan, mengingat layanan ini memang sudah lama tidak menaikkan biaya. “Dua tahun ini biaya transaksi ATM belum naik dan provider berhak menaikkannya,” kata Koko saat dihubungi MySharing di Jakarta, Rabu (12/9).

Wisata Syariah Indonesia Jauh Lebih Menarik

Bagaimana DSN MUI menyikapi pengembangan wisata syariah di Indonesia?
Sasaran atau mungkin object diluar ekonomi, keuangan, dan bisnis, yang tengah dikembangkan di Indonesia dengan prinsip-prinsip syariah, maka ruang baru yang sedang kita syariahkan adalah wisata.
Menurut hemat saya, ini adalah satu ruang yang sangat luas dan sangat strategis, karena ddalamnya banyak unsur-unsur yang terkait dengan upaya membangun peradaban Islam yang kaffah, dan rahmatan lil alamin. Karena faktor lingkungan, SDM, budaya, seni, dan berbagai derivatif lainnya, pasti akan menjadi komponen-komponen yang menyatu, yang tidak bisa dipisahkan. Dan semua ini sebetulnya adalah sebuah peradaban yang sejak lama didirikan oleh manusia.
Ini juga tak terlepas dari upaya meningkatkan ekonomi kreatif, sehingga akan meningkatkan nilai-nilai ekonomis dari obyek-obyek wisata yang kita miliki, yang nantinya juga akan berdampak pada peningkatan nilai-nilai ekonomi, baik secara mikro maupun makro.
Karena itulah, DSN MUI merasa terpanggil untuk men-support Pemerintah dalam mengembangkan wisata syariah ini.

Jumat, 12 September 2014

Masyarakat Asia Pasifik Gandrungi Belanja Online

Perkembangan pasar perdagangan elektronik (e-commerce) ini paling pesat terjadi di kawasan emerging market. Dalam survei global yang dilakukan oleh lembaga survei Nielsen, minat belanja online terlihat sama-sama meningkat di kawasan negara berkembang di Amerika Latin dan Asia Pasifik. Yang membedakan keduanya adalah masyarakat Amerika Latin hanya sekedar browsing, sedangkan masyarakat Asia Pasifik sampai kepada membeli barang yang dijual online.  Kendati persentase browsing situs belanja online di Amerika Latin tertinggi dibanding wilayah lainnya, persentase belanja di kawasan itu adalah yang terendah di setiap kategori produk. Menurut President of Strategic Initiatives Nielsen, John Burbank, masyarakat Amerika Latin adalah online shoppers yang antusias, namun infrastruktur ritel online belum memadai. “Hambatan lainnya seperti akses internet, biaya pengiriman, pajak tinggi, dan masalah pengiriman logistik yang bermasalah,” kata Burbank, dilansir dari laman Nielsen, Jumat (12/9).  Dari 22 kategori produk yang dijual online dan menjadi ukuran survei, kawasan Asia Pasifik mencatat persentase belanja online tertinggi dari kawasan lainnya. Bahkan persentase belanja melebihi persentase browsing pada lebih dari 14 kategori produk. Di Asia Pasifik konsumer telah memiliki kenyamanan dalam berbelanja online. “Menarik konsumen baru dengan menggunakan mobile bisa menjadi akselerator di pasar yang sedang berkembang, karena memberikan akses yang lebih cepat,” ujar Burbank.  Sementara persentase antara browsing dan belanja online di kawasan Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan Afrika punya nilai yang sama. Di kawasan tersebut, kecenderungan belanja online lebih kepada isu ketersediaan barang dan kesempatan berbelanja. DI Amerika Utara dan sebagian besar Eropa tidak ada kekurangan ketersediaan produk. Dua kawasan itu punya banyak outlet dan situs online retail. “Eropa Barat menjadi yang terdepan untuk kategori produk kemasan saat belanja online. Sedangkan di Inggris dan Prancis pasar hypermarket tradisional dan retailer grosir telah menyediakan seluruh layanan dan turut memberikan pengaruh terhadap kebiasaan belanja konsumen,” papar Burbank.

Warung Mikro Pembiayaan Berbasis Syariah

Pinjaman tanpa agunan oleh beberapa bank diperkenalkan kepada masyarakat dengan nama Kredit Tanpa Agunan (KTA). Pinjam uang merupakan pilihan utama masyarakat jika menginginkan sesuatu ketimbang mengumpulkan pundi-pundi dengan menabung yang memakan waktu cukup lama.
Bagi orang yang tidak bijaksana, meminjam modal tanpa jaminan bisa membuat terlena untuk mewujudkan semua keinginan tanpa berpikir panjang. Apalagi masyarakat Indonesia sangat dikenal dengan sifat konsumtifnya.
Kredit Tanpa Agunan (KTA) ini tidak hanya bisa diajukan di bank konvensional yang lebih menerapkan kepada imbalan bunga simpanan yang tinggi. Dimana penentuan suku bunga ditentukan pada waktu akad dengan pedoman harus selalu menguntungkan pihak bank. Besarnya presentase bunga didasarkan pada jumlah uang pinjaman nasabah. Jumlah pembayaran bunganya tidak mengikat, sekalipun keuntungan bank berlipat ganda.
Pada bank syariah, Kredit Tanpa Agunan (KTA) disebut dengan produk pembiayaan. Bank syariah tidak menerapkan sistem bunga pada seluruh aktivitas pembiayaan, melainkan menggunakan sistem kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil.
Produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) bank syariah, dapat ditemukan dalam beberapa produk pembiayaan yang tidak mensyaratakan jaminan, seperti Warung Mikro yang diluncurkan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM). Produk ini melimitkan pembiayaan sampai 100 juta, dan semua orang bisa mengajukan asalkan termasuk dalam golongan karyawan tetap (Golbertap) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta.

OJK Dukung Akses Keuangan UMKM

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Muliaman D Hadad mengatakan, peningkatan akses keuangan untuk sektor UMKM dan pengembangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi hal penting dalam upaya mendorong kemajuan perekonomian di daerah.Hal itu disampaikan Muliaman saat menyampaikan pidato pembukaan dalam Seminar Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Daerah di Banda Aceh, Rabu (10/9).
“Pembangunan ekonomi daerah, tidak dapat dilepaskan dari upaya pengembangan potensi-potensi ekonomi di daerah dan upaya untuk mendorong pertumbuhannya. Dengan adanya otonomi daerah, setiap daerah memiliki kewenangan untuk menggali potensi-potensi daerah yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah, baik itu potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun kelembagaan,” demikian papar Muliaman.
Menurut Muliaman, upaya pemerintah daerah mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentunya akan berpengaruh langsung pada peningkatan taraf hidup dan distribusi pendapatan masyarakat miskin di daerah, yang pada akhirnya akan mengangkat pertumbuhan perekonomian daerah itu sendiri. Sehingga menjadi hal penting upaya peningkatan akses UMKM terhadap sumber-sumber permodalan, khususnya dari sektor perbankan.